Jambi Siap Jadi Contoh Nasional Cegah Karhutla
Jambi – Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Siddiq optimistis Provinsi Jambi mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berkat kesiapan peralatan dan personel dari pemerintah dan pihak swasta. Ia menyatakan Jambi diharapkan menjadi contoh nasional dalam upaya pencegahan karhutla, karena jumlah kasusnya terus menurun setiap tahun.
Kementerian Kehutanan, sesuai arahan Presiden, berkomitmen menjaga kelestarian hutan. Untuk menghadapi musim kemarau, kementerian telah melakukan pengecekan langsung ke wilayah rawan seperti Kalimantan dan Sumatera guna memastikan kesiapan alat dan personel.
Wamenhut juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan di Jambi dalam menjaga Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang tetap basah. Hal ini dilakukan dengan menyalurkan air Sungai Batanghari ke kanal buatan menggunakan pompa sentripugal. Menurutnya, ini langkah strategis untuk mencegah kebakaran di lahan gambut.
Ia menekankan pentingnya kesadaran dan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menjaga hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia. Prinsip ini tak hanya berlaku di Jambi, tapi juga di wilayah rawan karhutla lain seperti Kalimantan, Sumatera Selatan, dan Riau.
Pentingnya edukasi kepada masyarakat juga disoroti. Wamenhut menyebut Gubernur Jambi akan segera menggelar apel siaga karhutla sebagai bentuk kesiapsiagaan. Sementara itu, Gubernur Al Haris menyatakan bahwa pemerintah telah menemukan formula pencegahan karhutla yang efektif dan telah dijalankan secara terprogram.
Masyarakat Peduli Api (MPA) telah dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Pemerintah juga menyediakan solusi bagi warga yang ingin membuka lahan tanpa bakar. Gubernur menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga karena kebakaran sulit diprediksi.




