Gunung Tangkuban Parahu Masih Berstatus Normal, Meski Aktivitas Vulkanik Terpantau
Gunung Tangkuban Parahu yang terletak di perbatasan Bandung Barat dan Subang, Jawa Barat, masih menunjukkan aktivitas vulkanik berupa gempa low-frequency (LF) dan tremor menerus. Pada Sabtu, 7 Juni 2025, Badan Geologi mencatat 12 kejadian gempa LF dan tremor dengan amplitudo 0,5–1 mm. Jumlah ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan lonjakan gempa pada 3 Juni yang mencapai 270 kejadian.
Badan Geologi: Tangkuban Parahu tunjukkan aktivitas gempa LF
Meskipun aktivitas gempa menurun, rekaman LF dan tremor dinilai masih tinggi, menandakan adanya pergerakan fluida di kedalaman dangkal gunung. Secara visual, dua kawah utama di puncak gunung, Kawah Ratu dan Kawah Ecoma, mengeluarkan asap putih tipis hingga sedang, dengan aktivitas bualan lumpur, solfatara, dan fumarol yang lebih dominan di Kawah Ratu.
Pengamatan deformasi menggunakan alat EDM dan GNSS menunjukkan pola inflasi, yang mengindikasikan akumulasi tekanan di bawah tubuh gunung. Hal ini perlu diwaspadai karena dapat memicu erupsi freatik mendadak tanpa tanda-tanda yang jelas sebelumnya.
Meskipun data pengukuran gas menggunakan Multi-GAS menunjukkan komposisi gas masih dalam batas normal, Badan Geologi tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati dasar kawah, tidak berlama-lama di kawasan aktif, serta menjauh bila tercium bau gas menyengat atau terlihat peningkatan hembusan asap.
Gunung Tangkuban Parahu, yang memiliki sembilan kawah aktif, terakhir meletus secara freatik pada tahun 2019. Saat ini, tingkat aktivitas gunung masih berada pada Level I (Normal), namun evaluasi berkala akan terus dilakukan. Pemerintah daerah dan BPBD diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, tidak mudah percaya isu tidak resmi, dan selalu mengikuti informasi dari otoritas berwenang demi keselamatan bersama.
Gunung Tangkuban Parahu Masih Normal, Tapi Waspada
Meski gempa low-frequency menurun sejak 3 Juni, aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu masih terpantau. Terjadi 12 gempa LF dan tremor pada 7 Juni, disertai hembusan asap dan aktivitas solfatara.
Meski status tetap Level I (Normal), pola inflasi menunjukkan akumulasi tekanan. Potensi erupsi freatik mendadak masih ada. Masyarakat diminta tetap waspada dan ikuti info resmi.




